Jl. Palem Kp. Cibeureum RT 001 RW 002
Desa Neglasari Kec. Dramaga
Kab. Bogor
Zakat adalah amanah suci yang Allah titipkan kepada hamba-Nya untuk membersihkan harta dan membantu kaum yang berhak. Namun, ketika amanah ini dikhianati, maka yang terjadi bukan lagi sekadar kesalahan biasa, melainkan sebuah pengkhianatan terhadap perintah Allah.
Barang siapa dengan sengaja mengambil, menyelewengkan, atau memasukkan dana zakat ke dalam kantong pribadinya, padahal itu bukan haknya, maka sesungguhnya ia telah memakan harta yang haram. Ia telah berani melangkahi batas yang Allah tetapkan, seolah-olah tidak takut kepada hisab dan azab-Nya.
Uang yang seharusnya sampai kepada fakir, miskin, dan mereka yang benar-benar membutuhkan, justru dipakai untuk kepentingan pribadi. Ini bukan hanya merugikan manusia, tetapi juga menodai kesucian ibadah. Bagaimana mungkin seseorang mengaku sebagai penjaga agama, tetapi justru mengkhianati amanah yang paling mendasar?
Allah telah memperingatkan dengan sangat jelas, bahwa orang-orang yang memakan harta orang lain dengan cara batil akan mendapatkan balasan yang pedih. Tidak ada keberkahan dalam harta yang didapat dengan cara curang. Bahkan, bisa jadi harta tersebut menjadi sebab datangnya kehancuran, bukan kebaikan.
Maka, bertakwalah kepada Allah. Ingatlah bahwa setiap rupiah yang diselewengkan akan dimintai pertanggungjawaban. Tidak ada yang tersembunyi di hadapan Allah. Sekecil apapun pengkhianatan terhadap zakat, akan tetap dicatat dan dibalas setimpal.
Kembalilah kepada kejujuran. Kembalikan amanah. Karena keselamatan di akhirat jauh lebih berharga daripada keuntungan dunia yang sesaat.
Allah ﷻ berfirman:
“Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil...”
(QS. Al-Baqarah: 188)
Perbuatan menyelewengkan zakat berarti telah melanggar perintah Allah dan mengambil hak orang lain yang sangat membutuhkan. Ini bukan sekadar kesalahan kecil, tetapi dosa besar yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.
Rasulullah ﷺ juga memperingatkan dengan keras:
“Barang siapa yang kami angkat sebagai petugas zakat, lalu ia menyembunyikan (mengambil) sesuatu darinya, maka ia telah berkhianat. Maka pada hari kiamat ia akan datang dengan membawa apa yang ia sembunyikan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa siapa yang mengambil harta secara tidak sah, maka ia akan memikulnya di hari kiamat sebagai beban yang berat dan menjadi saksi atas pengkhianatannya.
Maka, bagaimana mungkin seseorang yang mengaku sebagai orang beriman dan bahkan mengemban amanah zakat, justru berani mengkhianati amanah tersebut? Padahal setiap harta yang diambil secara tidak halal akan menjadi sebab kehancuran, bukan keberkahan.
“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya...”
(QS. An-Nisa: 10)
Walaupun ayat ini tentang harta anak yatim, para ulama menjelaskan bahwa setiap bentuk pengambilan harta orang lain secara zalim memiliki ancaman yang sangat berat, termasuk dana zakat.
Kesimpulan yang tegas:
Menyelewengkan zakat adalah bentuk pengkhianatan terhadap Allah, Rasul, dan umat. Tidak ada pembenaran bagi perbuatan ini. Harta yang diperoleh dengan cara ini adalah haram, tidak berkah, dan akan menjadi beban berat di hari kiamat.
Bertakwalah kepada Allah. Kembalikan amanah. Jangan tukarkan akhirat yang kekal dengan keuntungan dunia yang fana.
1 Syawal bukan sekadar hari kemenangan setelah sebulan berpuasa, tetapi momentum kembali kepada fitrah—jiwa yang bersih, hati yang lapang, dan niat yang lurus. Di hari yang suci ini, kita diajarkan arti keikhlasan, kesabaran, dan pengendalian diri yang telah dilatih selama bulan Ramadhan.
Segenap keluarga besar DKM Masjid Jami Al-Barokah mengucapkan:
Tidak ada amanah yang lebih berat selain amanah mengelola harta umat. Infak, sedekah, dan zakat yang dititipkan jamaah bukan sekadar uang—di dalamnya ada kepercayaan, doa, dan harapan agar rumah Allah tetap hidup dengan ibadah.
Alhamdulillāh, pada malam ke-15 Ramadhan 1447 H, dari tangan-tangan dermawan para jamaah Masjid Jami Al-Barokah Gang Palem, telah terhimpun infak sebesar:
Ramadan adalah salah satu bentuk kasih sayang Allah SWT bagi kaum yang beriman, tanpa adanya kemurahan yang Allah berikan pada bulan ini, tentunya akan sangat berat bagi manusia untuk dapat masuk ke dalam surga. Sebagaimana Allah firmankan:Kami terbuka untuk kritik dan saran demi kemajuan DKM Masjid Jami' Al-Barokah.